Tampilkan postingan dengan label mental health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mental health. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2015

Video: Sebuah Pengakuan Komedian yang Depresi oleh Kevin Breel

“If someone in your life suffers from depression, you need to watch this video. If you don't think anyone in your life suffers from depression, you need to watch this video -- because you may not realize it if they do.” — Huffington Post
Satu hal yang dapat kita ambil dari video ini adalah bahwa kita harus berhenti memelihara ketidakpedulian dalam diri kita. Aku sadar aku pun masih sering bersikap tidak peduli pada orang lain, tapi entah kenapa aku heran bila orang lain tidak memedulikanku. Seharusnya tak perlu heran. Seharusnya kitalah yang terlebih dahulu peduli pada orang lain, dengan tulus, maka tanpa kita minta pun orang lain akan peduli pada diri kita. Kita semua, sebagai manusia, pasti menghadapi permasalahan dalam hidup kita. Dan permasalahan setiap orang berbeda-beda. Dan itu wajar. Jangan malu untuk mengakui kelemahan kita, jangan malu mengakui bagaimana perasaanmu atas keadaan yang sedang kau hadapi. Dan kita sebaiknya berhenti bersikap egois dan mulailah mengulurkan tangan pada orang yang memerlukan bantuan kita. Tapi kita tidak akan sadar siapa yang benar-benar memerlukan bantuan kita ketika kita masih menutup mata dan telinga dari orang lain.

Jika kamu tahu ada orang yang mengalami depresi, entah itu temanmu, saudaramu, keluargamu, maka pertama-tama yang harus kamu lakukan adalah untuk berada di sisinya. Tunjukkan kepedulianmu dan jangan pernah menganggap remeh apa yang mereka lalui. (Baca hal-hal yang tidak boleh dikatakan pada orang yang menderita depresi, atau baca ringkasannya di sini

Kamis, 16 April 2015

Hal-Hal yang Gaboleh Kita Katakan kepada Orang yang Depresi

Assalamu'alaikum
Hai, ini aku lagi, hadir untuk mengisi hari yang sepi.
*

Yaaa, sepi karena hari ini sudah tidak sekolah lagi. UN sudah selesai. Di satu sisi, aku senang karena pada awalnya aku memang ingin lekas-lekas menyelesaikan sekolah; that's why aku masuk kelas akselerasi. Di sisi lain, ...sepi ternyata. 

Aku baru bangun tidur sekitar setengah sembilan, karena sehabis shalat subuh tadi aku tidur lagi. Jangan ditiru! Hehe. Kalau dibiarkan lama-lama, bisa jadi habbit. Bahaya. Mengubah habbit itu susah lo, tapi bukan berarti tidak bisa. Tapi kenyataannya memang mengubah habbit itu lebih susah daripada mengubah mindset. Jadi, apabila kita sadar sedang melakukan sesuatu yang berpotensi jadi habbit buruk, jangan ragu: CUT! Hentikan saja saat itu juga.

Oya, hobiku kan membaca... tadi aku menemukan sebuah artikel di Pinterest tentang hal-hal yang tidak boleh kita katakan kepada orang yang depresi. Aku punya seorang teman yang yaaa bisa dibilang depresi karena ia yaaa begitulah. Setelah membaca artikel itu, aku jadi sadar bahwa selama ini ternyata aku mengatakan sebagian besar hal-hal tersebut. Lalu aku terkikik dalam hati dan sadar, "ooh, pantas mood dia malah makin down setelah kunasihati,". Hehe. Tapi waktu tahu keadaannya tidak membaik setelah kuberi motivasi (yang ternyata malah membuatnya makin down), aku lebih sering mendiamkannya saja. Aku lebih senang begitu daripada harus mendengarkan apa sih masalah yang dialaminya, (ternyata aku egois ya, dalam hal ini, hehe) padahal menurut artikel tadi kita sebaiknya mendengarkan apasih masalah dia dan membantunya mencari cara supaya moodnya jadi lebih baik.