Tampilkan postingan dengan label be a better muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label be a better muslim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2015

Hari Favoritku di bulan Ramadhan ini: Waktu Mustajabnya Doa

Alhamdulillah kita sudah memasuki hari ke-3 bulan Ramadhan. Kemarin, hari Jumat, hari raya mingguannya umat Islam, kotaku diguyur hujan sehabis asar. Aku sangat senaaang.

Tahu kenapa hari ini jadi hari favoritku? Biar kujelaskan satu per satu.

Rasulullah pernah berkata bahwa ada satu waktu di hari Jumat yang apabila kita berdoa maka akan terkabul. Itulah kenapa disunnahkan untuk memperbanyak doa di hari Jumat. Dan ada riwayat yang menyebutkan bahwa waktu tersebut adalah di penghujung waktu Ashar atau mendekati senja.

Waktu hujan juga adalah salah satu waktu mustajabnya doa. Dan karena terjadinya di hari Jumat, kupikir double dong waktu mustajab doanya? Makanya aku senang sekali. Lagipula, kita kan sedang menjalankan ibadah puasa. Rasulullah pernah bersabda bahwa doa yang tidak tertolak adalah doa orang yang berpuasa. Wah banyak sekali kesempatan berdoanya ya!

Kalau waktu favoritmu untuk berdoa, kapan?

Oh iya ada tambahan sedikit tentang adab berdoa. Kalau bisa berdoalah dengan menghadap kiblat. Sebelum mengutarakan doa dan keinginan kita, awali dengan memuji Allah dan mengucapkan shalawat atas Rasulullah saw dan akhiri juga dengannya. Berdoalah yang baik-baik. Terus, jangan lupa juga mendoakan orangtua, teman-teman kita dan juga doa untuk seluruh muslim, karena kalau kita mendoakan saudara muslim kita tanpa ia tahu bahwa kita mendoakannya maka malaikat akan mengaminkan doa kita tersebut dan malaikan mendoakan kebaikan yang sama untuk diri kita. Wah!

Semoga dimudahkan. ^^

Minggu, 14 Juni 2015

Video: Sebuah Pengakuan Komedian yang Depresi oleh Kevin Breel

“If someone in your life suffers from depression, you need to watch this video. If you don't think anyone in your life suffers from depression, you need to watch this video -- because you may not realize it if they do.” — Huffington Post
Satu hal yang dapat kita ambil dari video ini adalah bahwa kita harus berhenti memelihara ketidakpedulian dalam diri kita. Aku sadar aku pun masih sering bersikap tidak peduli pada orang lain, tapi entah kenapa aku heran bila orang lain tidak memedulikanku. Seharusnya tak perlu heran. Seharusnya kitalah yang terlebih dahulu peduli pada orang lain, dengan tulus, maka tanpa kita minta pun orang lain akan peduli pada diri kita. Kita semua, sebagai manusia, pasti menghadapi permasalahan dalam hidup kita. Dan permasalahan setiap orang berbeda-beda. Dan itu wajar. Jangan malu untuk mengakui kelemahan kita, jangan malu mengakui bagaimana perasaanmu atas keadaan yang sedang kau hadapi. Dan kita sebaiknya berhenti bersikap egois dan mulailah mengulurkan tangan pada orang yang memerlukan bantuan kita. Tapi kita tidak akan sadar siapa yang benar-benar memerlukan bantuan kita ketika kita masih menutup mata dan telinga dari orang lain.

Jika kamu tahu ada orang yang mengalami depresi, entah itu temanmu, saudaramu, keluargamu, maka pertama-tama yang harus kamu lakukan adalah untuk berada di sisinya. Tunjukkan kepedulianmu dan jangan pernah menganggap remeh apa yang mereka lalui. (Baca hal-hal yang tidak boleh dikatakan pada orang yang menderita depresi, atau baca ringkasannya di sini

Sabtu, 13 Juni 2015

Jangan menjudge, Tolong

Don't judge anyone. Karena yang pantas menghakimi itu cuma Allah swt--hakim yang sebenarnya.

Mungkin kita pernah mendengar orang-orang ngomong "Halah, paling dia gak ikhlas..." atau yang sejenis dengan itu. Jangan. Jangan men-judge orang begitu. Masalah hati itu cuma si empunya hati yang tahu, yakni ALLAH SWT! Kita tidak pantas melabeli orang tidak ikhlas, melabeli orang melakukan sesuatu karena terpaksa, melabeli orang melakukan sesuatu karena ada maunya, dsb. Karena yang tahu semua itu hanya Allah. Mendingan kita banyakin husnuzhan. :)

Kalau orang lain yang men-judge kita begitu, bagaimana?

Tidak masalah dong! Omongan orang tidak akan jadi big deal selama yang kita lakukan adalah benar dan niat kita melakukannya adalah benar. 

Tapi Saya tidak tahan dengan omongan mereka!

Luruskan niat! Niatkan semua yang kita lakukan hanya untuk menyenangkan Allah, bukannya untuk menyenangkan manusia apalagi untuk dipuji manusia. Cukup Allah yang menilai perbuatan kita. Ketahuilah, ketika kita niat melakukan sesuatu karena Allah, maka yang akan membalas perbuatan kita adalah Allah sendiri. Pujian maupun cacian manusia tidak akan bisa menggantikan apa yang ada di sisi Allah. Ketika melakukan sesuatu karena Allah kita akan merasa enjoy melakukannya. InsyaAllah.

Berhentilah menghakimi segala sesuatu yang engkau tidak ketahui secara pasti. Lakukanlah karena Allah ta'ala. InsyaAllah jika niat kita benar, kita akan mendapat kenikmatan yang luar biasa! Aamiin. :)

Sabtu, 30 Mei 2015

4 Alasan Harus Berhenti Nonton Drama Korea

Baru-baru ini Saya menemukan drama korea baru judulnya School 2015: Who Are You. Ceritanya seru, bikin penasaran. Tapi Saya sadar harus berhenti nonton drama korea itu karena beberapa alasan.

Satu. Untuk menjaga mata.

Allah sudah menetapkan bahwa zinanya mata itu dengan memandang, yaitu memandang yang haram dilihat bagi kita. Misalnya memandang wajah orang yang bukan mahram kita. Walaupun wajah lelaki itu boleh kelihatan, tapi tidak boleh dilihat/dipandang. Wajah cewek juga sama, boleh kelihatan tapi laki-laki tidak boleh memandangnya. Di drama-drama korea itu kan kebanyakan cewek-ceweknya berpakaian yang minim, auratnya kemana-mana, maka kita yang melihatnya pun dosa. Pemain-pemain cowoknya juga tak jarang ada yang menunjukkan auratnya, misalnya bertelanjang dada, atau bercelana pendek.

Sayyidina Ali bin Abi Talib pernah berkata: "Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya". Kalau apa yang kita lihat bermasalah, bagaimana dengan hati kita? 

Senin, 25 Mei 2015

BELAJAR DAN TERUS BELAJAR

Bismillah.
Kawan, aku menemukan sebuah postingan di akun resmi Line Islam Itu Indah yang menurutku layak untuk dibagikan. Silakan dibaca. Semoga bisa jadi pengingat bagi kita semua, untukku sendiri khususnya. :")

Belajar bersyukur meskipun tak puas...
Belajar ikhlas meskipun tak rela....
Belajar ta'at meskipun berat...
Belajar memahami meskipun tak sehati...
Belajar sabar meski terbebani...
Belajar memberi meski tak seberapa...
Belajar mengasihi meski tersakiti....
Belajar tenang meski gelisah....
Belajar percaya meski susah....
Belajar tabah meski cobaan menerpa...
yang pasti belajar TAAT agar allah senantiasa memberi rahmat-Nya kepada kita sobat
^-^

Sabtu, 04 April 2015

Apa dan Bagaimana Pengaruh dari Teman yang Buruk itu Sebenarnya

Bismillah.
Alhamdulillahi was salaatu was salaam 'ala Rasulillah.

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Begini teman, kalian pasti pernah membaca dan/atau mendengar hadits Rasulullah SAW tentang permisalan teman yang baik dan teman yang buruk kan? Itu loh, yang maksudnya kalau teman kalian baik maka kalian akan dapat kebaikan darinya, kalau teman kalian buruk ya otomatis kalian dapat keburukan darinya. Tak jarang kita menyangkal kenyataan ini (ya, ke-nya-ta-an) bahwa teman kita punya pengaruh yang besar pada diri kita. Tak jarang kita terperangkap bersama orang-orang yang buruk karena merasa kita sudah memilih teman yang baik, merasa pilihan kita sudah benar, merasa "aku orang baik kok, walaupun teman-temanku ini sifatnya jelek, aku takkan terpengaruh", atau bahkan kita sudah jadi bagian dari teman-teman yang jelek itu?!

Gini lho ya, kamu punya adik? Punya keponakan?

Kali ini aku mau menjelaskan pengalaman sekaligus pelajaran yang kuambil dari pengalamanku itu tentang besarnya pengaruh teman pergaulan terhadap diri kita. Kenapa aku mau membahas ini adalah karena ini bukan hanya menyangkut tentang "kita" yang punya diri, tapi ini menyangkut orang-orang tersayangmu~
*